tari papua

Kesenian papua cukup terkenal diIndonesia,terutama pada kesenian tari ddan musiknya.

Tari di papua beragam gerak,tetapi gerakan akrobatik yang dibubuhi loncatan dan melompat mendominasi gerakan tari papua.Tarian papua biasanya terdapat gerakan dasar contohnya gerakan pancar,pale-pale,dll.Gerakan ini merupakan gerakan yang energik di tambah dengan lengkingan suara kegembiraan,biasanya tarian papua di tarikan untuk menghibur masyarakat yang ada.Bahkan banyak tarian papua yang dihadirkan di event internasional,seperti tari poco-poco.

Warna dan jenis pakaian yang digunakan masing-masing Grup Seni tari/sanggar seni Yospan berbeda-beda, namun ciri khas Papua untuk aksesoris hampir sama..

Menggunakan pakaian khas papua,dengan adat papua yang kental nuansa rumbai, bulu, dan kayu, Pakaian adat pria dan wanita di Papua secara fisik akan hampir sama bentuknya. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan model yang sama. Mereka juga sama-sama memakai hiasan-hiasan yang sama, seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Bentuk pakaian yang terlukis di sini merupakan ciptaan baru. Biasannya tak lupa dengan tombak/panah dan perisai yang dipegang mempelai laki-laki menambah kesan adat Papua

.

Suku asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. cara menggunakan pun cukup simpel, hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunkan untuk mewarnai tubuh.
selain budaya, penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat,umumnya.(ukiran tubuh)
ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran suku asmat.

Di daerah Sarmi dan sekitarnya hingga ke Jayapura, misalnya, ada tarian pergaulan yang disebut Lemon Nipis. Di kawasan pegunungan tengah Papua, seperti di daerah Wamena dan sekitarnya, ada pula yang disebut Sekise. Namun, tarian yang tampil hingga ke tingkat nasional hanya yospan. Bahkan dari yospan pulalah aparat TNI terinspirasi membuat tari poco-poco yang lebih dikenal dengan sebutan tarian komando yang kini digemari banyak orang di Nusantara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s