Seni Sastra

PANTAI

karya: Muhammad Khayrul Anwar

Semilir angin yang berhembus di semenanjung itu
Seakan menyapa dedaunan dan ranting-ranting yang sedang menari
Deru ombak yang menghantam karang
Menyapa nyanyian burung yang sedang mencari makan
Pasir putih merupakan baju keindahanmu
Jernihnya air laut mahkotamu
Warna-warni terumbu karang menghiasi dasar lautmu
Beraneka ragam ikan yang berenang
Seakan menyapa dirimu
Terik matahari menambah keindahanmu dengan senyumannya
Kapal-kapal yang saling bersahut-sahutan seakan menyapa dirimu
Pohon kelapa yang berdiri kokoh di pasirmu
Menyapamu dengan tariannya yang amat indah
Matahari yanng indah mengucapkan sampai jumpa
Dengan datangnya mega merah, saatnya matahari untuk pulang
Keindahanmu tak pernah pudar
Meskipun mega merah datang
Saat langit mulai gelap, tanda para burung harus pulang
Saat itupun kapal-kapal yang saling bersahut-sahutan
Seakan menyampaikan sampai jumpa
Kini waktunya kau untuk istirahat
Dengan ditemani kelap-kelip bintang dan cahaya rembulan
Saat matahari mulai terbit di ufuk timur
Saat itulah waktumu untuk kembali bercanda dengan teman-temanmu
Surat untuk Ibu
karya: Muhammad Khayrul Anwar
Semua orang di dunia punya ibu
Dia sosok wanita yang senantiasa membantu kita saat kita dalam kesusahan
Dan juga ketika kita memiliki banyak masalah
Dia seperti cahaya dalam kegelapan
Dia seperti penyejuk ketika kita kehausan
Terkadang kita lupa betapa pentingnya seorang ibu
Dengan kata yang kasar yang kita ucapkan padanya
Hal itu ia balas dengan kasih sayang yang ia berikan
Ia tak pernah lelah untuk merawat kita
Dan juga menjaga kita
Serta membuat kita selalu bahagia setiap saat
Aku memang tak bisa membalas semua hal yang telah engkau berikan kepadaku
Tapi ada satu hal, ku takkan pernah melupakan semua hal yang engkau berikan

KRAWANG-BEKASI

karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Teluk ~ D. Zawawi Imrom

 Kaubakar gema di jantung waktu
Bibir pantai yang letih nyanyi
Sembuh oleh laut yang berloncatan
Memburu takdirmu yang menderu
Dan teluk ini
Yang tak berpenghuni kecuali gundah dan lampu
Memberangkatkan dahaga berlayar
Berkendara seribu pencalang
Ke arah airmata menjelma harimau
Pohon-pohon nyiur pun yakin
Janjimu akan tersemai
Dan di barat piramid jiwa
Berkat lambaian akan tegak mahligai senja
Senyum pun kekal dalamnya

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Februari 1943

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s